logo blog

Ingin Kaya? Milikilah Mental Kaya dan Buanglah Mental Miskin

Ingin Kaya? Milikilah Mental Kaya dan Buanglah Mental Miskin

Anda ingin kaya?  TENTU. Anda ingin cepat sukses? YUPS. Anda ingin memiliki rumah megah dan kendaraan yang mewah? YOI. Maka, buanglah mental miskin dan milikilah mental kaya.

Penting buat kamu untuk memiliki mental kaya dan membuang mental miskin saat kamu ingin menjadi orang kaya dan sukses. Berapa banyak orang sudah bekerja keras pagi hingga malam, namun tak kunjung menjadi orang kaya. Demikian juga berapa banyak orang kaya namun perilakunya justru mencerminkan orang miskin.

Apa itu Mental Miskin dan Apa itu Mental Kaya?


mental kaya dan mental miskin
Untuk mengetahuinya, perhatikan percakapan berikut ini:

B: "Mas, apakah bisa bantu saya dapat pekerjaan"
A: "Oke, apa pekerjaan yang diinginkan?"
B: "Apa saja deh mas, yang penting kerja"
A: "Ok, mungkin saya bisa minta kolega saya untuk kamu jadi sales disana"
B: "Kalau bisa jangan yang suruh jualan deh mas, saya ga terlalu suka jualan"
A: "Oh gitu yah, oke...oke bentar yah, saya coba telpon teman saya di Jakarta".
Setelah menghubungi teman saya, sayapun memberitahu yang bersangkutan.
A: Ok, H...kata teman saya dia sedang butuh admin untuk input penjualan.
B: "Waduh pak, saya ga bisa komputer"
A: "Ok, mengapa ga bisnis saja"
B: "Wah, itu butuh modal pak, saya ga punya modal"
A: " Oke, kalau misalnya saya ada teman yang bisa membantumu bisnis dengan modal kecil/tanpa modal?"
B: "Itu pasti MLM multi level yah?, kalau yang kayak gituan nggak deh pak, gak suka MLM saya pak"
He..he...Saya belum selesai menjelaskan namun rasanya mendadak kehilangan kesabaran untuk membantu orang ini.

Perilaku yang dipraktekkan B pada percakapan di atas adalah ciri dari orang yang bermental miskin. Dia akan selalu mencari-cari alasan untuk tidak berbuat. Dia juga akan selalu bersikap 'mundur' dan menolak perubahan. Itulah watak daripada orang bermental miskin.

Ciri-Ciri Mental Miskin


Agar kamu dapat membuat perilaku dan juga mental miskin, tentu kamu harus mengetahui ciri-cirinya. Berikut adalah ciri-ciri mental miskin yang perlu kamu buang jauh-jauh sebagaimana diuraikan dalam kikasyafii.com:

1. Pelit dan Pikiran Takut


mental kaya dan mental miskin
Ada ungkapan “kalau tidak pelit tidak bisa kaya”. Ungkapan yang sering dijadikan alibi untuk membuat perilakunya jadi tampak wajar. Ini sebenarnya masalah pribadi orang tersebut, namun sifat pelit yang berlebihan akan mengganggu perputaran dunia. Baik dunia pertemanan maupun tetangga.

Pelit tidak selalu diartikan tidak mau menyumbang harta, namun juga bisa diartikan tidak mau menyuguhkan air minum saat ada teman, tidak bersedia mengeluarkan tenaga untuk kerja bakti dan sejenisnya. Ini biasanya dikuasai pikiran takut kehilangan atau kehabisan sesuatu.

Kalau Anda merokok kemudian selalu meminta rokok temannya dan tidak mau membagi rokoknya, tentu saja ini akan jadi menyebalkan lama kelamaan. Bukan begitu?

2. Tidak Menghargai Karya Teman Sendiri atau Orang Lain


Pernah saya tuliskan tentang orang mental miskin yang selalu meminta gratisan produk temannya. Orang-orang dengan ciri mental ini, tidak pernah paham atau bahkan tidak mau tahu untuk menghormati jerih payah teman dan orang lain dalam menghasilkan karya.

Baca: Stop Minta Gratisan Produk Temanmu, Stop Mental Miskin

Bagi mereka, meminta-minta sudah seperti budaya yang wajar. Mereka yang seperti ini bahkan tidak akan pernah memahami bahwa berkarya itu membutuhkan banyak tenaga, waktu bahkan uang. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan pertemanan untuk mencari gratisan.

Bagaimana perasaanmu kalau sudah 3 tahun berkarya kemudian datang seorang teman dengan enteng bilang “minta?”.

3. Merendahkan Orang Lain


Saat kamu datang kepada mereka menawarkan produkmu, biasanya mereka akan menyepelekanmu, menganggapmu tidak berkompeten dengan produk itu, hingga dengan mudah mengatakan “ah aku juga bisa bikin seperti itu”. Seakan-akan saat datang dengan produk, kita sedang akan merampok mereka. Begitulah mental miskin.

Orang-orang ini tidak akan rela melihatmu berhasil, mereka akan terus menerus membuatmu gagal melalui berbagai cara dan berbagai alasan. Orang seperti mereka ini akan langsung sakit hati saat melihat kita berhasil bahkan sukses, mereka tidak akan bersedia melihat bagaimana susah payahnya kita berusaha.

4. Susah Menerima Kenyataan dan Mudah Curiga


Terus menerus menganggap bahwa dirinya pasti lebih baik dari orang lain, terus menerus menganggap bahwa orang lain hanya beruntung bisa seperti ini atau itu, dan sejenisnya.

Tidak ada keinginan untuk mengakui kenyataan serta kemampuan diri dan menerima atas apa yang terjadi. Ciri yang seperti ini biasanya bisa dilihat dari responnya saat mendengar keberhasilan orang lain.

5. Suka Memfitnah


Sering ketemu atau melihat orang suka memfitnah? Nah sebenarnya dia sedang ingin mengatakan kepada banyak orang bahwa dirinya sedang iri dengan keberhasilan orang lain yang difitnahnya.

Bahkan orang-orang atau kelompok yang suka menikmati fitnah juga bagian dari mental miskin. Dan ajaibnya, di Indonesia ini ada saja fitnah berjamaah dan mereka ini menikmatinya.

Ciri-Ciri Mental Kaya


Setelah kamu mengetahui ciri-ciri mental miskin dan mau menjauhinya, maka sekarang rubahlah mentalmu untuk menjadi mental kaya. Berikut adalah ciri-ciri mental kaya sebagaimana dalam artaqila.blogspot.com:

1. Menolak Belas Kasihan Orang Lain


mental kaya dan mental miskin
Menolak belas kasihan orang bukan berarti kita angkuh atau sombong, tetapi orang yang terbiasa hidup dari rasa belas kasihan orang lain cenderung malas atau tidak punya spirit untuk hidup mandiri. Lawan dari mental kaya adalah mental miskin, berarti orang yang terbiasa menerima pembelian orang lain secara tidak sadar mendidik karakternya untuk menjadi orang yang bermental miskin. Salah satu ciri yang melekat pada orang yang bermental miskin adalah senang pada hal-hal yang sifatnya gratisan. Jadi orang yang bermental miskin sangat suka ditraktir, lebih senang tangan dibawah daripada tangan diatas. Walaupun ada pengeculaian misalnya pada saat-saat tertentu atau momen tertentu menerima traktiran tidak masalah, tetapi yang menjadikannya sebagai kebiasaan patut dipertanyakan, ia tidak pernah mendidik karakternya untuk menjadi orang yang bermental kaya.

2. Bersedekah


Bersedekah atau membagikan setiap harta atau kepunyaan yang kita miliki adalah salah satu cara nkita membangun mental kaya. Logikanya sederhana semakin banyak kita memberi maka akan semakin banyak pintu rezeki yang terbuka sebab orang yang kita tolong akan ada suatu saat ia akan balik membalas kebaikan yang kita berikan. Salah satu prinsip hukum alam adalah “Setiap aksi mengundang reaksi” Dengan semakin banyak menolong orang dengan jalan sedekah akan semakin banyak maka potensi akan banyaknya empati atau minimal orang mendoakan juga semakin banyak. Oleh sebab itu dalam seminar-seminar kewirausahaan kita akan menemukan bahwa salah satu cara mendidik karakter kita menjadi seseorang yang kaya adalah dengan banyak memberi.

3.  Berikhtiar, Doa dan Tindakan


Ungkapan “Dream, pray, and action” atau kesatuan antara Mimpi, doa, dan usaha adalah sekian diantara cara bagaimana merangsang sugesti untuk membangun mentalitas sukses. Ketiga hal tersebut harus menjadi internalisasi karakter, dalam artian bahwa kekuatan impian, doa, dan usaha harus sejalan agar supaya kekayaan tidak sekadar angan-angan belaka. Mimpi tidaklah cukup, mimpi dengan doa juga belum cukup, ia harus dilengkapi dengan tindakan nyata. Oleh sebab itu antara kekuatan mimpi, doa, dan tindakan harus sejalan.

Bagaimana sahabat Ngonline06, sudah siap untuk berubah? Sudah siap untuk membuang mental miskin dan memiliki mental kaya? Ayo praktikkan!!

Share this:

Artikel Menarik Lainnya

Show comments
Hide comments

No comments

Silahkan berkomentar dengan baik.